Fitur dalam pengembangan, data yang ditampilkan kemungkinan belum sepenuhnya akurat.

Beranda Berita Udang Jadi Komoditas Unggulan Penopang Ekonomi Biru Indonesia
Artikel 05 Feb 2026 2 min baca

Udang Jadi Komoditas Unggulan Penopang Ekonomi Biru Indonesia

Konsep ekonomi biru sendiri menekankan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menjaga kelestarian ekosistem laut. Dalam kerangka tersebut, udang menjadi salah satu komoditas strategis karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus berkembang.

Konsumsi Udang di Berbagai Daerah

Berdasarkan data konsumsi ikan masyarakat tahun 2024 yang diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah provinsi tercatat memiliki tingkat konsumsi udang yang cukup tinggi. Jawa Timur menempati posisi teratas dengan konsumsi sekitar 34,82 ribu ton, diikuti Jawa Barat sebesar 29,57 ribu ton dan Sumatera Utara sekitar 22,49 ribu ton.

DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan juga termasuk dalam lima besar provinsi dengan konsumsi udang tertinggi, masing-masing sekitar 16,68 ribu ton dan 16,34 ribu ton. Tingginya konsumsi ini menunjukkan udang tidak hanya diminati sebagai komoditas ekspor, tetapi juga menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat di berbagai wilayah.

Kontribusi Besar ke Pasar Ekspor

Di pasar global, udang Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, nilai ekspor udang tercatat mencapai sekitar USD 1,48 miliar dengan volume ekspor sekitar 176,59 ribu ton.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor udang Indonesia dengan nilai mencapai sekitar USD 901,86 juta. Selain itu, Jepang, Tiongkok, Uni Eropa, dan kawasan ASEAN juga menjadi pasar penting bagi produk udang nasional.

Besarnya permintaan dari berbagai negara menunjukkan bahwa udang Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam rantai perdagangan perikanan dunia.

Peran dalam Ekonomi Pesisir

Pengembangan komoditas udang turut mendorong aktivitas ekonomi di wilayah pesisir. Budidaya udang, pengolahan, hingga distribusi melibatkan banyak tenaga kerja dan pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga industri. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sektor ini dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Upaya peningkatan kualitas produksi, penerapan standar budidaya yang ramah lingkungan, serta penguatan sistem rantai dingin menjadi bagian dari strategi untuk menjaga daya saing udang Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Sebagai salah satu komoditas andalan, udang diharapkan terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi biru yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat.

Sumber:

Badan Pusat Statistik (BPS) – Susenas Konsumsi Ikan 2024; Data ekspor udang 2025 diolah Kementerian Kelautan dan Perikanan.