Tilapia Jadi Komoditas Unggulan Dukung Konsumsi dan Ekspor Perikanan
Jakarta, 5 Februari 2026- Tilapia merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya yang berperan penting dalam mendukung konsumsi ikan masyarakat serta peningkatan kinerja ekspor perikanan nasional. Komoditas ini dinilai memiliki prospek yang kuat seiring meningkatnya permintaan domestik dan internasional.
Berdasarkan data konsumsi ikan masyarakat tahun 2025, Papua Selatan menjadi provinsi dengan tingkat konsumsi tilapia tertinggi sebesar 9,72 kg per kapita per tahun. Selanjutnya diikuti Bengkulu sebesar 6,46 kg/kapita/tahun, Sumatera Selatan 5,39 kg/kapita/tahun, Jambi 5,30 kg/kapita/tahun, serta Nusa Tenggara Barat sebesar 4,93 kg/kapita/tahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa tilapia menjadi salah satu sumber protein hewani yang diminati dan mudah diakses oleh masyarakat.
Dari sisi perdagangan internasional, ekspor tilapia Indonesia pada periode Januari–November 2025 tercatat mencapai nilai USD 87,57 juta dengan volume sebesar 12,54 ribu ton. Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor tilapia dengan nilai USD 45,25 juta, diikuti Kanada sebesar USD 21,65 juta, Uni Eropa USD 7,13 juta, Taiwan USD 3,31 juta, serta kawasan ASEAN sebesar USD 3,24 juta.
Dalam rangka menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing tilapia, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pemasaran terus mendorong pengelolaan komoditas tilapia secara terintegrasi. Strategi yang dilakukan meliputi pengembangan benih unggul, penerapan inovasi dan teknologi budidaya, penataan kawasan, serta penguatan pasar dan rantai pemasaran, termasuk perluasan akses pasar ekspor.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen KKP dalam mendukung pengembangan perikanan budidaya yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berkontribusi pada penguatan ekonomi biru nasional.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, diolah KKP dan Profil Pasar Tilapia KKP